Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label Opini

OPINI KKN-DR

  Dilema Digital Marketing UMKM Batik di Masa Pandemi   Oleh:  Nasrotun Alfiyah C ovid-19 telah banyak merubah tananan masyarakat, mulai dari segi Kesehatan sampai sektor ekonomi. Khususnya pada para pelaku UMKM batik. Jumangin, pemilik usaha batik di desa Menang, Kecamatan Pagu, Kabupaten Kediri, mengeluhkan penuruan omset pada usaha batik yang ia geluti. Imbasnya sangat terasa pada segi omset atau penjualan.                          Tidak ada lagi pameran atau event batik yang bisa dilaksanakan. Konsumen pun sudah sangat jarang untuk bertandang langsung ke tempat produksi. Pesanan juga dibatalkan karena  dana dialihkan pada keperluan yang lebih penting.                          Sebelum adanya covid-19, batik Jumantara ini telah banyak dipamerkan dalam berbagai event . Dari situlah Jumangin memper...

Opini HAM

  OLIGARKI DALAM LINGKARAN IMPUNITAS  HAM DI INDONESIA   Oleh :   Iskandar Anggota PMII Komisariat Sunan Ampel Kediri, Rayon Al-Kindy e-mail : iskandar.awp@gmail.com     Dalam catatan kecil penulis, kasus-kasus HAM di Indonesia yang melibatkan kaum elit, selalu kandas di meja hijau. Entah   karena kurangnya bukti-bukti persidangan atau karena kekuatan golongan elit yang mampu merubah sebuah keputusan. Kasus Munir, adalah sebuah realita catatan kelam dalam pelanggaran kasus HAM di Indonesia. Kenyataan ini, bak menelan sebuah pengalaman pahit yang dilakukan berkali-kali sampai terbiasa dan akhirnya lupa dengan rasa pahitnya. Pemandangan seperti ini tidak boleh dibiarkan, karena hal ini mampu menyebabakan dikriminasi dan disitegrasi keadilan dalam penegakan hukum di Indonesia. Oligarki tidak boleh dilanggengkan dan Impunitas terhadap HAM harus ditumbangkan. Dari 15 kasus HAM berat masa lalu yang terjadi sejak tahun 1965, baru 3 kasu...

Opini

Eksistensi Guru di Era Milineal Guru adalah sosok panutan yang digugu dan ditiru. Seorang guru seharusnya  tidak hanya pandai dalam menguasai bidang materi yang diajarkan, tapi juga bisa mendidik karakter seorang murid melalui nilai-nilai moral, atau teladan yang baik. Namun sayangnya, tidak semua guru bisa menerapkan kedua hal tersebut, apalagi di era yang serba digital sekarang ini, peran seorang guru sudah mulai memudar karena digantikan oleh teknologi. Seiring dengan bertambah pesatnya kemajuan teknologi, semua ilmu pengetahuan bisa diakses dimana saja dan kapanpun. Murid bisa belajar kapanpun tanpa harus selalu didampingi guru. Dampak dari kemajuan teknologi inilah yang kadang membuat murid sering menyepelekan guru dalam proses pembelajaran di dalam kelas. Banyak murid yang mengabaikan guru ketika dijelaskan di dalam kelas, karena merasa penjelasannya kurang memuaskan, membosankan dan lain sebagainya. Inilah yang membuat kualitas murid di Indonesia menurun kare...