Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label Literature

TKI 1 DI KAMPUSKU

Pesta demokrasi di kampus telah usai. Presiden baru telah terpilih, harapan baru telah didepan mata. Selamat atas kemenanganmu pak, kami padamu.  Lupakan sejenak tentang partai yang mengusungmu pak, lupakan sejenak tentang organisasi dibelakangmu, anda sekarang adalah milik kami bersama pak, milik rakyat STAIN Kediri. Peluk kami pak, kami rindu pelukan pemimpin yang berani mengatakan tidak demi rakyatnya, pemimpin yang lihai menahkodai sebuah kapal yang hampir karam ini, pemimpin yang dikepalanya hanya ada satu kata, " rakyat". Mari berjuang bersama-sama pak, bawa kami ke pulau kebahagiaan, bawa kami ke pulau keadilan. Jangan kecewakan kami pak, kami sudah muak dengan ocehan para penipu. Jangan ajari kami retorika pak, ajari kami perjuangan pak. Izinkan kami  menyanyi pak, sebuah lagu dari sang legenda, lagu spesial untuk anda. Wahai presiden kami yang baru. Kamu harus dengar suara ini. Suara yang keluar dari dalam goa. Goa yang penuh lumut kebosanan. Walau h...

Pemimpin Dambaan (dream leader) by Alex Wijaya

Kala hujan turun menghujam dengan lebatnya bumi tanjung tani... Tepatnya kisah ini singgah di mwc nu prambon ngajuk yang bersemi.. Begitu gemricik menghiasi suasana pkd malam ini.. Tergambar suasana hiruk pikuk tentang kepimpinan.. Lalu, Sebenarnya apa makna dari pemimpin itu..? Apakah setiap orang berhak bergelar khalifah..? Sedang ia terus berbuat masalah.. Dan tak pernah jemu untuk berkeluh kesah.. Apakah setiap insan berhak menjalankan amanah..? Jika ia tak pernah tahu makna dari sebuah isyarah.. Bagaimana bisa ia dikatakan pemimpin.. Kalau dalam prakteknya ia memenjarakan dirinya dalam sebuah keniscayaan kekhalifahan.. Apakah menjadi pemimpin itu takdir..? Atau mentakdirkan..? Jika menjadi pemimpin itu takdir maka pemimpin impian pun bukanlah dongeng yg selama ini didengungkan. Jika pemimpin adalah ikut andilnya manusia dalam mentakdirkan dirinya sebagai pemimpin dunia ini.. Pantasnyalah ia tahu bagaimana mengeja hukum dengan adil, mengejawentahlan...

Shadow by Alif Djauhar

It is always a shadow Never will the shadow leave you alone Every single time and wherever you are It sticks on you In the brightness, It never moves out from you It always accompany even in  the sunlight It always accompany even in  the moonlight It always accompany even in  the starlight Like we are meant to be together In the dark, it disappears It forgets you, it braks you down That you need to accompanying But you are just the shadow Just the shadow, just the shadow and only the shadow Till every single step, you are just the shadow (26/03/2017)

Salahkah Jika...

Di hari kapankah itu.... Hari awal kita bertemu Nampak begitu sombong sikapmu Kau acuh pada orang baru Di manakah tempat itu.... Tempat pertama kita bertemu Tempat baru dan asing bagiku Tempat keramaian namun sepi bagiku Setelah pertemuan itu.... Setiap saat aku terbayang wajahmu Akupun tak tau apa maksud bayanganmu Yang selalu menghantui hari-hariku Ternyata Tuhan punya rencana baru Kitapun dipertemukan kembali Akupun bahagia meskipun hanya melihatmu Tapi kau tetap dengan sikapmu, tak peduli Setelah beberapa kali kita bertemu Barulah kau menunjukkan sikap lain padaku Berulang kali kita bertemu Kita telah mempunyai kebiasaan baru Salahkah ji8ka aku mempunyai rasa Yang akupun tak tau apa rasanya itu Akupun sering bertanya-tanya Apakah maksud dari sikapmu itu. *Fitri Hidayatul K.* (09/10/2016)

TENTANG AKU DAN KAMU, SAHABAT

Sahabat, Taukah kamu berapa lama masa yang kita lewati bersama? Aku tak ingin tau, Dan aku tak ingin pernah tau Karna kamu selamanya bagiku..... Bersamamu, Tangisku kan terurai menjadi tawa Dukaku kan terpecah menjadi bahagia Dan airmata yang terlanjur jatuh.... Takan berubah menjadi nestapa Denganmu,kepenatanku tergilas sirna Terkadang disatu waktu, Prasangka pernah menjauhkanmu dariku Tapi sungguh sahabat, Amarah takkan bisa bertahan lama dikalbuku Kusadari aku terikat jauh kedalam hatimu Ingatkah sahabat, Kita pernah duduk bersama Melukis langit dengan impian Tentang aku , kamu dan kehidupan...... *Reza Pahlevi El Hatimi* (19/11/2016).

Apa Kaupun Merindukanku?

Sahabat Aku merindukan kebersamaan kita yang dahulu Disaat, dimana kita tak perlu berdebat panjang, tentang kapan kita bisa bertemu Dan, tentang apakah kita bisa pergi untuk sekedar makan bersama. Dahulu Hampir setiap hari kita saling memandang dan bercerita tentang hal-hal kecil yang membuat kita tertawa kita saling percaya dan tak perlu khawatir apakah esok kita masih bertemu atau tidak aku merindukan semua itu Dimana aku, dan kamu, kita tersenyum tanpa beban Sahabat Apa kaupun merindukanku? Kini aku sudah merelakan kebersamaan kita Semoga suatu saat kita, bisa bertemu kembali dalam keadaan bekerjasama dalam kehidupan. *Heny Rosa*

Negeri dalam Angan

(rayonpmiialkindy.blogspot.com) Seperti mata pisau yang hanya tajam ke bawah, tapi tumpul ke atas sehingga mengusik rasa keadilan bangsa ini. Wahai Allah, memang semua penjara overcapacity, tetapi kami tidak melihat ada upaya untuk mengurangi kejahatan karena kejahatan seperti diorganisir, ya Allah Kehidupan esok adalah cerminan bangsanya saat ini. *Sufiyana* Kami tahu pesan dari sahabat Nabi Nuh A.S bahwa kejahatan-kejahatan ini bisa hebat bukan karena penjahat yang hebat, tapi karena orang-orang baik belum bersatu atau belum mempunyai kesempatan di negeri ini untuk membuat kebijakan-kebijakan yang baik yang bisa menekan kejahatan-kejahatan itu. Biarlah kehidupan ekonomi kami, Bung Karno sangat khawatir bangsa kami akan menjadi kuli di negeri kami sendiri. tapi hari ini, sepertinya kami kehilangan kekuatan untuk menyetop itu bisa terjadi. Lihatlah Allah, bumi kami yang kaya dikelola oleh bangsa lain dan kulinya adalah bangsa kami. Ya Rabbal Aalamin. Kehidupan sosial buda...